Friday, 24 October 2008

Seandainya Saya Tidak Ikut Kursus Internet Marketing Asian Brain

Kadangkala saya berpikir, sebenarnya ikut kursus internet marketing itu perlu tidak sih? Seandainya saya tidak ikut kursus, khan bisa langsung searching di Google. Banyak banget info gratis di internet. Banyak sekali orang yang berbaik hati membagi tips-trik, tutorial, informasi, dan lain sebagainya. Gratis lagi. Terus kenapa saya harus ikut kursus internet marketing? :t

Tapi kalau dicoba menoleh lagi ke belakang, 2 bulan lalu, ketika saya baru mendapat informasi tentang Asian Brain. Waktu itu istilah-istilah internet marketing saya buta deh, yah pokoknya saya bisa kok pakai komputer, internet, chatting, word, excell, email. Sering sih melihat blog orang lain, tapi males banget belajar, habis tidak tahu harus menulis apa. Butuh waktu beberapa hari untuk mempertimbangkan enaknya ikut tidak ya kursus internet marketing di Asian Brain. Kalau tidak ikut, yah hidup saya akan tetap, statis, tidak banyak perubahan. Kalau ikut, harus rela keluar uang kursus 149.000 untuk bulan pertama, dan 199.000 untuk bulan-bulan selanjutnya (selama belum dapat klien dari program affiliate marketing, semacam member get member, atau dapat uang dari program lainnya). Nah sewaktu mempertimbangkan itu terlintas pikiran gimana kalau dicoba dulu deh, toh ada garansi selama 10 hari, kalau tidak suka, bisa klaim, uang kembali.

Akhirnya tanggal 1 September saya transfer uang ke Asian Brain. Tanggal 2 September modul bulan 1 bisa dibuka, kecuali materi Google AdSense yang baru bisa dibuka setelah hari ke 10. Wah Bu Guru Ahira pinter nih, Google AdSense khan materi yang menarik, berarti kalau kita mau klaim uang kembali, tidak bisa tahu dong rahasia materi Google AdSense-nya Bu Guru Anne Ahira. :o

Setelah membaca modul, baru timbul ide, bagaimana kalau membuat blog tentang internet marketing, khan bisa belajar sambil langsung praktek. Terus tanggal 6 September mulai belajar membuat blog. Harusnya sih di materi bulan pertama belajarnya membuat website pakai FrontPage dan Dreamweaver. Tapi saya khan sudah terlanjur punya dan membaca buku tentang cara membuat blog. Apalagi kata Adam Pahlevi di bukunya 'Build and Hack Your Blogger Now!' , membuat blog di blogger itu gampang, hanya dengan 3 langkah mudah. Sst jangan bilang-bilang Bu Guru Ahira ya, materi membuat web belum saya pelajari. Saya pilih yang gampang dan gratis dulu deh, mencoba membuat blog di blogger.

Bener tuh membuat blog di blogger itu gampang kok, yang mau belajar bisa buka artikel saya 'Hari Gini Belum Punya Blog?'. Artikel itu saya buat waktu umur blog ini baru beberapa hari. Yang perlu disiapin kalau Anda mau membuat blog adalah email adress (kalau bisa di gmail lebih baik), nama blog dan nama url. Kalau topik yang kita pilih umum (sudah banyak yang membuat blog tentang hal tersebut, sediakan beberapa nama url alternatif).

Tanggal 8 September waktu 'sudah' ada 2 artikel di blog, gaya deh, promosi ke teman dekat, pamer kalau sudah punya blog. Ada teman yang tertarik ingin belajar buat blog, ada yang cuek, ada yang sekedar berkomentar, eh ada juga lho yang tertarik ikut kursusnya.

Seriring perjalanan waktu terjadi pasang surut juga sih, kadang semangat banget seperti ketika saya menulis artikel Kursus Internet Marketing Online? Emang Perlu? Nah saat itu saya merasa bersyukur karena akhirmya bisa menemukan guru yang bisa membimbing dan memberitahu cara mencari uang di internet. Apalagi setelah membaca cerita Passive Income dari Google AdSense-nya Bu Guru Ahira, wah terpesona rasanya. Terus waktu menemukan masalah saya coba bertanya pada Asian Brain Support Team, eh ditanggapi dengan cepat lho, saking senangnya saya tulis artikel Untung Ada Asian Brain Support Team.

Waktu awal membuat blog ini kadang kepikiran ada tidak sih yang mampir ke sini, berapa orang ya, terus saya coba pasang alat untuk mendeteksi jumlah pengunjung, histats namanya. Dengan menggunakan histats ini kita bisa mengetahui statistik pengunjung blog lho. Jadi kadang kalau semangat lagi drop, saya lihat histats, hari ini berapa orang ya yang berkunjung, berapa halaman yang dibaca. Sst saya beritahu sedikit rahasia nih. Ceritanya waktu pertama masang histats saya pasang visits di angka 100. Soalnya kalau dipasang di angka 0, terus ada pengunjung pertama masuk, begitu dia melihat angka histats di angka 1 entar dia berpikir wah saya pengunjung pertama, wah blog ini tidak menarik, tidak ada pengunjungnya, terus batal deh membaca artikel saya....Nah oon-nya saya tidak mengerti pages itu aplikasinya ke mana, jadi tetap saya pasang di angka 0. Setelah saya amati, baru sadar deh pages itu jumlah halaman yang dilihat pengunjung. Wah mati deh, masa pengunjungnya sudah 100 pages-nya masih 0. Tapi sudah terlanjur, ya cuman berdoa dan berharap saja tidak ada yang sadar hehe...(hei sudah dong ketawanya, malu nih). :r :$

Saat artikel ini ditulis pages menunjukkan angka 1278 (ini angka sebenarnya karena start-nya khan dari 0), visits 615 (harus dikurangi 100 nih, berarti blog ini dikunjungi 515 kali, angka ini tidak berarti 515 orang karena bisa saja orang yang sama berkunjung 10 kali). Hari ini ada 32 visits, 26 diantaranya (81,3%) merupakan new visitors. Dari mana mereka datang? Kebanyakan dari search engine Google, kata kunci apa yang bisa membawa mereka masuk ke situs ini, pada posisi berapa artikel tersebut berada (kita bisa klik kata kunci yang dipakai pengunjung, maka akan terbuka jendela Google, dari situ bisa kita telusuri artikel kita ada di urutan berapa). Semua bisa dipelajari lewat histats lho. Bahkan saya bisa melihat pengunjung datangnya jam berapa, berapa orang pada jam ini, berapa halaman yang dibaca, berapa rata-rata waktu kunjungan, dsb. Menarik bukan?

Memang sih jumlah traffik blog ini belum banyak. Apalagi dari sekian pengunjung tersebut sedikit sekali yang mengklik iklan yang ada di blog. Kadang timbul rasa putus asa. Ternyata mencari uang lewat internet itu susah... :f

Seandainya saya tidak ikut kursus internet marketing, kalau sekedar membuat blog sih pasti bisa. Membuatnya tampil di search engine juga bisa, kalau kita membuat blog di blogger kita tinggal mengiyakan 'biarkan mesin pencari menemukan blog Anda'. Nah berarti search engine bisa menemukan blog kita khan. Tips, trik, tutorial banyak di internet. Terus kenapa tidak berhenti saja kursus internet marketingnya? :t

Nah ini dia alasan saya susah berhenti kursus internet marketing di Asian Brain:
1. Saya sudah terlanjur cerita ke teman-teman sih, dan mereka kadang suka bertanya, bagaimana kemajuannya, atau kadang ada yang bilang, bentar aku mau lihat blog-mu ya. Nah kalau blog enggak pernah di-update malu juga khan. Seandainya saya tidak ikut kursus, tentunya saya tidak punya beban mental, pasti saya berpikir bisa membuat blog saja sudah bagus.

2. Berhubung ikut kursus internet marketing, targetnya bukan lagi bisa membuat blog, tapi bagaimana caranya bisa menarik banyak pengunjung (traffic), bagaimana cara bisa membuat pengunjung deal melakukan pembelian di situs kita, bagaimana cara mendatangkan uang melalui internet, dsb. Nah di saat patah semangat, kadang ada saja yang terjadi. Tahu-tahu ada telepon dari teman, dia bilang kalau sudah transfer ke Asian Brain. Wah jadi semangat lagi deh. Tidak mungkin khan hal ini terjadi kalau saya tidak ikut kursus Asian Brain...

3. Kadang dapat email dari admin Asian Brain, ada prospek baru bergabung (baru mendaftar untuk free modul, belum membayar). Wah timbul harapan lagi nih.

4. Sekarang Bu Guru Anne Ahira setiap minggu menerbitkan Asian Brain Internet Marketing Facts & Strategy. Isinya? Eit enggak boleh dibocorin nih, yang pasti menarik banget bisa bikin semangat timbul lagi. Bu Guru Ahira tuh kalau mengajar bukan sekedar teori. Yang jelas walau banyak info bertebaran di internet, tapi materi pengajaran Bu Guru Ahira punya greget tersendiri. Membuat kita pikir-pikir deh kalau mau berhenti kursus.

5. Dengan ikut kursus di Asian Brain kita bisa bergabung di forum diskusi, bisa merasakan punya guru, teman, bahkan ada support team yang bakal membantu. Seandainya tidak ikut kursus di Asian Brain bingung juga mau cerita ke siapa kalau lagi ada kesulitan dalam belajar internet marketing? Kalau kita cerita ke orang yang tidak tepat, bisa-bisa malah tambah down, putus asa, dan akhirnya berpandangan negatif mengenai mencari uang lewat internet. Lain halnya kalau kita cerita pada orang yang sudah berhasil, mereka akan mendengarkan keluhan kita, berkata kalau itu hal yang wajar, masa-masa awal belajar internet marketing memang tidak mudah, jangan putus asa. Terus berusaha, lihat hasilnya beberapa bulan lagi. Lihat beda banget khan nasehatnya?

6. Dengan ikut kursus di Asian Brain, saya serasa mendapat peta dan kendaraan plus sopir yang akan memandu saya menuju tujuan (eit jangan marah ya, ini khan hanya perumpamaan). Eh saya salah ya, harusnya saya yang jadi sopir, yang menyetir , tapi ada pemandunya yang menunjukkan jalan ya? Nah seandainya saya tidak ikut kursus internet marketing di Asian Brain, berarti kalau mau belajar saya tidak punya pedoman yang pasti, seperti masuk hutan belantara, kadang bertanya pada orang yang tepat, kadang tersesat karena salah petunjuk.

7. Memang sih dengan ikut kursus internet marketing di Asian Brain tidak menjamin keberhasilan, tergantung kita juga mau menurut kata Bu Guru atau tidak. Kalau hanya baca modul tapi tidak pernah praktek, ya percuma juga khan. Seandainya tidak ikut kursus, pasti deh hanya tahu sedikit sekali materi kursus Asian Brain. Padahal banyak lho info-info menarik mengenai rahasia sukses Bu Guru.

8. Meski sudah ikut kursus, saya masih sering mencari buku-buku penunjang, searching di internet, jalan-jalan ke blog orang lain. Kenapa? Karena memang tidak semua hal diajarkan di tempat kursus. Seperti saat kita kuliah, kita juga perlu aktif belajar dari sumber-sumber lainnya. Eit bentar mungkin ada yang berpikir wah berarti modul yang diberikan kurang memadai sampai harus cari-cari dari sumber lain? Setelah direnungkan, benernya karena salah saya juga sih karena tidak menurut Bu Guru. Saya membuat blog di blogspot, materi yang belum diajarkan di kursus, jadinya harus cari-cari bahan belajar sendiri. Terus saya membuat blog tentang strategi internet marketing, materi yang sama sekali tidak saya kuasai, akibatnya saya harus cari sumber buku-buku untuk bahan penulisan saya (soalnya khan dilarang tuh menulis ulang materi modul Asian Brain). Nah seandainya saya tidak ikut kursus, mungkin cara belajar saya lebih tidak fokus. Materi yang satu belum selesai, pindah materi lainnya, akhirnya tidak ada yang berhasil. Dengan ikut kursus, kalau kita sedang salah jalan, kita bisa merenung dulu, kembali melihat peta, bertanya pada orang yang tepat, kemudian kembali meneruskan perjalanan.

9. Oh ya seandainya saya tidak ikut kursus internet marketing Asian Brain tentunya saya tidak perlu mengeluarkan uang Rp 199.000 per bulan (ini khan yang jadi kendala utamanya?). Nah uang Rp 199.000 itu bisa saya gunakan untuk apa ya? Kalau untuk beli makanan, wah bisa tambah gendut nih. Beli baju dan kosmetik bisa membuat saya kelihatan cantik, tapi berhubung saya bukan foto model atau artis, tidak bisa dapat duit dari penampilan. Kalau dibuat usaha lain apa yang bisa memberikan hasil lumayan dengan modal segithu? Di kursus internet marketing Asian Brain, Bu Guru Ahira bukan sekedar menunjukkan 1 cara, tapi ada banyak banget cara menghasilkan uang di internet. Tentunya tips dan trik tersebut sudah diuji coba oleh Bu Guru Ahira. Nah ini nih yang sulit tergantikan oleh program lainnya.

10. Banyak sekali ebook yang ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah dari uang kursus bulanan Asian Brain. Kalau menurut saya sih kalau memang kita sudah punya dasar dan sudah mengerti ilmu internet marketing, dapat ilmu tambahan dari ebook tidak masalah, bisa langsung dipraktekkan. Sedangkan bagi pemula kayaknya kok lebih enak belajar step by step ya. Kalau ilmu satu buku langsung diberikan apa tidak tambah pusing? ;)

Itu sebagian alasan saya. Ikut kursus internet marketing di Asian Brain tidak menjamin keberhasilan (apalagi kalau kita tidak menurut sama Bu Guru Anne Ahira). Tapi seandainya saya tidak ikut kursus internet marketing, pasti deh tidak ada blog strategi-internet-marketing.blogspot.com ini dan tidak mungkin saya menulis artikel ini :-).

Nah teman-teman, bagi yang masih ragu, segera deh mengambil keputusan. Apalagi sih yang dipikirkan? Ayo cepet buruan daftar Asian Brain. Kita belajar strategi internet marketing bareng yuk.

Sphere: Related Content

Related Posts by Categories



8 comments:

Nemes said...

Bagus jg ya ilmu di Asian Brain... Ikutan kursus ahhh.... tp lmyn jg biayanya.

Belajar Internet Marketing said...

Ilmu Asian Brain bagus banget, sudah cari puter-puter di toko buku enggak ada tuh buku yang mengulas hal-hal yang diajarkan di Asian Brain. Ini beneran lho, enggak ngecap (eit buku yang saya lihat yang bahasa Indonesia ya, kalau yang Inggris gak tahu).

Soal biaya kursus emang sih enggak murah, tapi kalau kita bisa ndapetin 4 teman yang bergabung dengan affiliate kita, biaya kursus bisa jadi gratis deh. Semakin banyak yang gabung dengan affiliate kita, penghasilan bulanan bisa kita raih.

Solusi lain kalau dari hasil belajar di kursus itu kita bisa dapat penghasilan jauh lebih besar dari Rp 200.000 berarti gak rugi khan ikut kursusnya? Dari Bu Guru Ahira saya baru tahu banyak banget cara ndapetin uang di internet, tapi untuk prakteknya butuh step by step nih, maklum pemula.

Belajar Bisnis Internet said...

Wow...
panjang banget postingannya? detail sekali!

Tapi mantap kok, mengalir begitu saja. Pasti Yusi ngetiknya cepat yah? itu dah modal yang sangat baik.

Banyak orang nggak bisa nulis banyak-banyak apalagi yang fokus gitu nulisnya. Salut.

Lama-lama bisa nyaingin blognya si JK loh. :) Maju terus deh.... pantang menyerah dan keep terus semangatnya!

Belajar Internet Marketing said...

Wah makin lama kepala saya makin besar nih. Enggak kok Pak Kusuma, justru saya kalau ngetik lama, mikirnya juga lama, makanya enggak bisa dalam 1 hari membuat banyak postingan seperti Pak Kusuma.
Thanks ya sudah membaca beberapa artikel di blog ini. Kehormatan banget nih...

Belajar Bisnis Internet said...

Iyah nggak apa, baca postinga terbaru saya mengenai omong baik kepada orang lain. It's worth to do it.

Tetapi saya nggak cuman mau omong baik mengenai blog Yusi, saya suka modelnya, padat berisi, sungguh, awalnya saya pertama datang, saya pikir yang punya sudah pengalaman banget dan orang lama.

Betapa kagetnya saya bahwa blog ini baru sebulan, karena isinya compact dan full package sekali. I love that!

Wow kalau ngetik lama aja bisa menghasilkan banyak sekali postingan dalam waktu singkat dan panjang-panjang tapi bagus... hem... I must learn something here! :)

Belajar Internet Marketing said...

Wah menarik tuh Pak artikel mengenai Untungnya Omong Baik Memberi Masukan Pada Seseorang. Boleh tahu alamat blog tetangganya Pak Kusuma itu. Saya mau mampir dan ngasih komentar ah. biar dia jadi semangat lagi.

Bener juga tuh habis dapat komentar positif saya jadi lebih ceria, pipi memerah karena malu hehe..

Salam sukses buat Bapak juga.

Taktiku said...

Wah seru banget kayaknya belajar internet marketing. eh iya, bagi-bagi ebooknya dong...

Belajar Internet Marketing said...

Kalau ebook Asian Brain wah bisa dijewer Bu Guru nih kalau dibocorin, kalau modul pertamanya bisa sih didapat gratis, isi data Anda di Asian Brain . Atau kalau mau kursus internet marketing gratis coba daftar ke Belajar Bisnis Internet , ada E-course 29 hari gratis, dikirim lewat email setiap hari selama 29 hari. Silakan mencoba. Sukses ya.

Post a Comment

blogger templates 3 columns | Make Money Online