Wednesday, 17 December 2008

Perbandingan Bisnis Internet Marketing dengan Bisnis Lainnya

Banyak orang yang tertarik untuk belajar intenet marketing. Ada yang terlampau optimis mengharapkan hasil dalam hitungan hari, namun ada pula yang merasa pesimis. Kelihatannya bisnis internet itu menarik, tapi timbul keraguan dalam diri, apa bener bisnis online ini cocok buat saya? Ada yang begitu menggebu-gebu di awalnya tapi setelah menunggu selama sebulan, dua bulan tetap tak ada hasil yang berarti lantas menjadi putus asa. Ada pula yang memiliki semangat tinggi, secara konsisten terus berusaha, pantang menyerah. Hm, termasuk orang yang manakah Anda?

Terus terang bagi saya pribadi bisnis internet itu enggak mudah. Terlebih karena sebelum ini saya hanya sebagai user yang kemampuan internetnya sekedar chatting, email, download. Saya sama sekali enggak punya dasar pengetahuan atau pengalaman mengenai bisnis internet marketing sebelumnya. Tapi coba pikirkan lagi, bisnis apa sih yang mudah? Sebagian besar bisnis konvensional membutuhkan modal yang tidak sedikit. Terus apa ada yang bisa menjamin keberhasilan kita? Coba kita telaah beberapa contoh bisnis berikut ini:

1. Franchise
Dulu franchise masuk dalam daftar pertama bisnis yang saya lirik. Kayaknya asyik ya kita dapat belajar langsung dari orang yang sudah sukses. Apalagi kalau punya franchise merk terkenal seperti Mc Donald, KFC, khan laris banget tuh. Sistemnya sudah jadi lagi. Tapi ketika mengecheck berapa modal yang dibutuhkan, wah ampun deh, dari mana uang untuk modalnya?
Hm oke deh franchise yang terkenal modalnya mahal banget, coba cari yang belum terlalu terkenal aja, yang modalnya kecil. Tapi timbul keraguan lagi, apakah ada jaminan kalau franchise baru tersebut bisnisnya bakal bertahan? Gimana nih cara seleksinya? Kalau dilihat-lihat yang paling murah pun modalnya jutaan lho, bahkan banyak yang puluhan dan ratusan juta...

2. MLM
- Modal awal untuk bisnis MLM ini memang relatif kecil tapi biasanya produk yang dijual relatif mahal. Hampir semua orang tahu kalau bisnis MLM mematok laba yang lumayan, jadi kadang customer nawar. Kalau beli di kamu dikasih harga distributor ya? Atau seperti ini nih Tante benernya punya kartu membernya, tapi enggak apa deh nitip beli pakai membermu aja, ya hitung-hitung bantu kamu tutup poin. Terus beberapa waktu kemudian Tante tersebut memberitahu kalau tetangganya mau nitip beli juga, tapi ya itu syaratnya pakai harga distributor. Akhirnya penjualan ada, tapi karena jual harga pokok malah tekor tuh ongkos bensinnya...(sst ini contoh penjual yang terlalu culun, moga-moga gak ada deh yang kayak gini).
- Selain itu di MLM kita harus konsisten cari downline, butuh follow up terus-menerus. Yang paling menyakitkan saat teman dekat kita merasa tersiksa mendengar follow up kita dan mulai menghindar. Saat ditelp pura-pura tak ada di rumah...
- Saat mendapat downline tentunya kita senang, apalagi bila jaringan / network mulai tumbuh. Tapi apakah semua itu bisa berjalan mulus? Tak jarang jaringan kita rontok dan kita harus terus cari anggota baru.
- Untuk meningkatkan kemampuan diri, biasanya ada seminar pengembangan diri dan biasanya ini tidak gratis khan?
- Kadang ada keharusan beberapa MLM untuk tutup poin (melakukan sejumlah pembelian tertentu setiap bulan). Nah kalau kebetulan bulan itu penjualan sedang sepi gimana?
Tulisan ini bukan mau menjelek-jelekkan MLM lho, hanya sekedar contoh bahwa bisnis MLM pun membutuhkan perjuangan dan biaya.

3. Buka toko sendiri
Modal yang dibutuhkan tentunya tidak sedikit. Tapi bila Anda sudah siap modal dan memiliki kemampuannya tentu tidak menjadi masalah. Saya memiliki teman yang sukses membuka toko pakaian, dia berhasil membuat sistem sehingga bisnisnya bisa berjalan lancar tanpa dia harus standby terus di toko. Sekarang toko tersebut berkembang pesat. Tapi ingat butuh modal yang tidak sedikit dan juga butuh kemauan untuk belajar. Buatlah sistem yang bagus sehingga Anda tidak harus jadi tukang jaga toko.

4. Saya pernah membaca judul buku tukang cendol yang berhasil naik haji
Hm menarik banget. Kadang kala kalau kita punya suatu keahlian dan tahu memanfaatkannya dengan baik, kita bisa sukses dengan fokus di bidang tersebut. Nah coba gali keahlian dalam diri Anda. Coba lihat berapa banyak penjual cendol, kenapa yang satu bisa berhasil sampai bisa naik haji sedang sebagian besar penjual lainnya taraf hidupnya tak banyak berubah? Nah untuk itu kita harus mencontoh yang berhasil dong...(sayangnya saya hanya membaca judulnya, jadi enggak bisa sharing rahasia sukses penjual dawet tersebut).

5. Memiliki keahlian menjual jasa tertentu seperti dokter, dokter gigi, salon
Penjual jasa tersebut kalau lagi sukses, wow banyak banget deh pemasukannya. Dokter anak yang ramai misalnya, praktek pagi malam, dalam 1 hari pasien rata-rata 70 orang. Per pasien uang jasa Rp 150.000. Kalau dihitung per hari dapat Rp 10.500.000 lho. Anggap 1 bulan kerja 20 hari. Wow satu bulan dapat Rp 200 juta lebih. Itu hanya dari hasil praktek, belum hasil dari rumah sakit. Tapi itu contoh dokter anak yang sukses (tidak semua dokter anak sesukses itu), jam prakteknya pagi pukul 06.00 - 08.00, terus sang dokter anak langsung ke rumah sakit atau mengajar. Pulang sore, pukul 19.00 sudah harus mulai praktek lagi, tak jarang sampai pukul 01.00 masih ada pasien yang antri. Wah kapan istirahatnya tuh.
Bagi para penjual jasa, tidak kerja = tidak ada pemasukan. Nah bagi dokter anak yang sudah terkenal tersebut tentu orientasinya bukan lagi uang. Kadang dokter anak tersebut ingin berlibur, maka dipanggillah dokter pengganti, hasilnya? Tempat praktek dokter tersebut langsung sepi. Kenapa? Khan yang dibutuhkan dokternya, kita ke dokter tersebut bela-belain mau antri karena merasa cocok dengan jasa dan pelayanannya, resep obatnya tokcer. Kalau dokternya enggak ada, jarang banget orang yang mau dengan dokter pengganti. Kesimpulannya? Jasa dokter, dokter gigi, salon yang sudah terkenal sulit sekali dialihkan ke orang lain meskipun itu 1 profesi.

6. Main saham, option, forex
Yang jelas modal yang dibutuhkan besar. Kalau Anda tidak memiliki pengetahuan sebelumnya dan ingin mengikuti kursus atau seminarnya, coba check berapa biaya seminarnya? Apa ada jaminan untung juga? Sekarang katanya ada ya, tapi enggak boleh serakah dan tingkat keuntungannya terbatas, dan kalau mau belajar itu juga butuh biaya khan? Mungkin butuh uang untuk beli programnya juga.
Kita ambil contoh umum aja deh, berapa persen sih tingkat keuntungannya pemain saham atau forex amatir? Kalau lagi rugi modal bisa terkikis juga lho. Kesimpulannya high risk high return, butuh modal dan butuh belajar juga khan, atau mau pasrah pada broker?

Nah sekarang kita lihat bisnis internet marketing ini Kalau ada yang bilang gampang, ya mungkin orang tersebut memang istimewa atau sudah punya dasar pengetahuan sebelumnya. Sebagian besar orang yang kemampuannya rata-rata dengan jujur akan mengatakan butuh perjuangan untuk dapat sukses di bisnis internet marketing ini. Tapi kenapa layak diperjuangkan?
1. Modal awal relatif kecil: komputer / laptop, internet, beli domain dan sewa hosting.
2. Sudah ada banyak guru yang siap mengajarkan rahasia suksesnya. Tinggal pilih mana yang Anda anggap cocok dan Anda yakin bisa sukses dengan guru yang mana. Kalau enggak mau kursus Anda bisa belajar melalui ebook / beli buku, e-course gratis, belajar dari teman yang sudah sukses, dsb.
3. Sulit di awalnya, terlebih kalau kita masih nol pengetahuannya, tapi bukannya tidak bisa dipelajari, apalagi bila kita memiliki guru yang mau membimbing. Setelah itu sistem bisa dibuat otomatisasi, hanya perlu sedikit sekali pengontrolan.
Misalkan jualan ebook: sebagai affiliate tugas kita hanya promosi, bila sukses dan ada yang berminat beli, uang akan langsung ditransfer ke rekening kita.
Kalau kita si pemilik ebook: pemilik yang pintar pasti sudah membuat sistem berjalan otomatis. Begitu ada orang yang mengisi nama dan email, secara otomatis akan dikirim email konfirmasi. Proses selanjutnya email follow up akan terkirim sesuai jadwal, sudah disetting dengan mesin autoresponder, nama prospek sudah masuk ke data base. Saat prospek membayar baru dibutuhkan peran manusia untuk mengontrol apa jumlah uang yang ditransfer sudah sesuai. Bila sudah beres, tinggal mengaktifkan sebagai anggota, ebook dikirim. Lihat sederhana banget khan prosesnya kalau sudah berjalan dan ini masih bisa dialih tugaskan pada orang kepercayaan Anda.
Yang sulit adalah proses pembuatan ebook dan membuat sistemnya. Tapi kalau hasilnya sebanding, berharga enggak untuk diperjuangkan?
Modal membuat 1 ebook = membuat 100 ebook = membuat 1000 ebook = membuat 1000000 ebook. Jadi secara teoritis cepat dan mudah banget pemilik ebook balik modal dan meraup keuntungan besar (dalam prakteknya tergantung mutu ebook, kemampuan promosi, follow-up, kepuasan konsumen, dsb).

4. Bisnis internet marketing bisa menghasilkan passive income. tentu saja dengan catatan sistem sudah berjalan dengan baik. Anda harus mau kerja keras di awal untuk membangun website dan sistemnya.

Bagi yang belum memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menghasilkan ebook, ada cara lain misal menjadi affiliate, semacam broker githu. Di internet, terlebih bila pangsa pasarnya dunia, banyak banget yang bisa kita kerjakan. Hampir semua produk ada affiliasinya. Kalau tidak percaya coba masuk www.google.com ketikkan kata kunci mis "gift+affiliate" atau "orchid+affiliate" atau apa saja deh terserah, lihat hasilnya...

Itulah beberapa alasan kenapa semakin banyak orang yang tertarik untuk belajar internet marketing. Soal tingkat kesulitannya memang enggak mudah, tapi lihat sudah banyak orang yang berhasil, bahkan banyak yang mau menjadi guru, mengajari dan memberitahu kita rahasia sukses mereka. Tinggal kemauan kita deh.... Kunci ada di dalam tangan kita. Tidak ada bisnis yang mudah, semua butuh perjuangan, pilihlah yang paling cocok bagi Anda. Kalau Anda alergi dengan komputer dan internet ya jangan pilih bisnis intenet marketing.

Ok keputusan di tangan Anda. Kadang kita tidak pernah tahu kalau tidak mencobanya. Yang kita perlukan untuk memulai bisnis internet ini awalnya adalah mempersiapkan hal yang kita butuhkan (komputer / lapotop, internet, kalau enggak punya gimana alternatifnya misal ke warnet), kemauan belajar, konsistensi, keberanian membuat langkah pertama. Ingat kita enggak akan sampai tujuan bila tidak mulai melangkah.


Sphere: Related Content

Related Posts by Categories



2 comments:

setidaknya said...

Hai mbak, sebelumnya saya minta maaf, kemaren kasih komentar tanpa lihat profilnya sampean. Sori banget mbak, kirain sampean cowok.
Saya suka artikelnya sampean diatas, terutama alenia terakhir.
Semua pada akhirnya memang kembali pada masalah keputusan,Bagaimana kita bersikap dan menyikapi. Begitu juga dengan internet marketing.
Sukses buat sampean Mbak, sekali lagi maaf..
Dari saya, brohakim dijember.

Belajar Internet Marketing said...

Hehe enggak apa-apa kok. Salam kenal juga buat Bro Hakim. Hm Anda lumayan aktif juga menulis. Semoga Anda bisa makin sukses dalam berkarya. Setdaknya Anda sudah pernah mencoba membuat blog ...

Post a Comment

blogger templates 3 columns | Make Money Online