Wednesday, 24 December 2008

Seandainya Biaya Internet di Indonesia Lebih Terjangkau

Salah satu syarat utama dalam ngeblog adalah adanya koneksi internet. Selama ini saya menggunakan speedy untuk mengakses internet di rumah. Tapi seiring dengan meningkatnya aktivitas sebagai seorang blogger, betapa sedihnya ketika melihat tagihan yang membengkak di luar budget, padahal sebagai blogger pemula banyak banget materi yang harus dipelajari, ebook dan video tentang pembelajaran internet marketing yang perlu didownload.

Speedy mengadakan kontes speedy blogging competition tapi kenapa dukungan terhadap kaum blogger tidak diikuti dengan dukungan pada biaya koneksi internet? Paket yang saat ini tersedia sungguh tak memadai bagi blogger aktif. Paket dengan kuota 50 jam, habis hanya dalam beberapa hari. Begitu pula dengan paket 1 Giga, habis jauh sebelum tanggal 30 setiap bulannya, dan kenapa beban biaya yang dikenakan untuk kelebihan kuota tersebut sangat memberatkan? Terlebih bagi blogger pemula yang penghasilannya dari dunia blog masih minim. Paket unlimited seharga Rp 750.000 jelas terlalu mahal.

Bulan lalu saya coba mengakali biaya kelebihan kuota dengan membeli speedy prepaid. Pada mulanya sih lancar-lancar saja. Tapi pada hari ketiga, speedy prepaid tersebut tidak lagi dapat diakses. Ketika saya check dengan mengirim sms ke 4827, betapa terkejutnya dan sedihnya saya karena saldo sudah nol. Berarti uang Rp 55000 untuk membeli speedy prepaid habis dalam 3 hari pemakaian internet.

Bulan ini saya berusaha mengakali membengkaknya biaya pemakaian internet dengan membawa laptop saya ke tempat yang free wifi. Di sana saya download sepuas-puasnya. Tapi karena tidak tersedianya listrik dan baterai laptop saya hanya bisa bertahan sekitar 2 jam, ya sudah terpaksa aktivitas download dilanjutkan di lain waktu.

Tapi tidak mungkin dan tidak praktis juga khan setiap kali keluar rumah untuk akses internet, sedangkan di rumah saya berlangganan speedy. Terlebih kalau ada materi ebook yang menarik dan saat sedang bersemangat belajar. Tak terasa aktivitas download ebook, video pembelajaran, dsb menyita banyak sekali kuota speedy saya. Hari ini baru tanggal 24 kuota speedy saya sudah membengkak menjadi 2 Giga lebih... Wah kacau nih bisa-bisa uang belanja saya jadi korban...

Saya telpon ke 147, menanyakan adakah solusi bagi orang yang memang aktivitas internetnya membutuhkan waktu lama dan butuh kuota yang banyak, tidak adakah discount khusus bagi kaum blogger? Operator 147 mengatakan kalau untuk pelanggan baru memang ada bebas biaya langganan dan diskon selama sekian bulan. Saya bertanya bagaimana dengan pelanggan lama, apa saya harus berhenti berlangganan dulu baru mengajukan aplikasi lagi agar dapat memperoleh diskon? Operator menjawab perlu waktu sekitar 1 bulan pemutusan baru bisa dianggap sebagai pelanggan baru. Terus bagaimana baiknya? Operator 147 tidak dapat memberi solusi hanya mengarahkan saya untuk mendatangi Plaza telkom.

Saya sangat berharap pihak manajemen telkom speedy tidak hanya memperhatikan para pelanggan baru saja. Sungguh iri rasanya melihat spanduk dan brosur speedy yang begitu mengistimewakan para pelanggan baru. Bagaimana nasib pelanggan lama yang begitu setia menggunakan speedy tapi menangis saat melihat tagihannya?

Saat mengetahui adanya bebas usage dari jam 20.00 - 08.00 saya begitu senang, tapi setelah saya baca lagi dengan teliti, saya menjadi kecewa berat. Diskon tersebut hanya berlaku untuk daerah tertentu, sekitar Jabotabek. Kenapa sih tidak dibuat sama untuk semua wilayah?

Akitivitas blogging yang dulu terasa begitu mengasyikkan menjadi terganggu karena kepikiran tagihan speedy yang terus membengkak. Kapan ya tarif internet di Indonesia menjadi murah? Seandainya saja speedy sungguh-sungguh mendukung kaum blogger. Seandainya ada alternatif lain selain speedy yang harganya jauh lebih murah, koneksi cepat dan menjangkau semua wilayah. Atau seandainya saja penghasilan dari aktivitas ngeblog ini bisa melimpah sehingga saya tidak perlu pusing memikirkan biaya koneksi internet yang begitu mahal....


Sphere: Related Content

Related Posts by Categories



2 comments:

sekolah internet reiki said...

Sebagai solusinya Jeng Yusi, apakah tidak diadakan rt/rw net-an yang diatur oleh admin lingkungan yang bertindak sebagai penjaga gawang internet antar warga. Saya harap di lingkungan rt/rw Jeng Yusi di Surabaya akan segera ditumbuh kembangkan semangat internet antarwarga dengan biaya terjangkau dan dibayar awal bulan dan bebas pemakaian (Un qouta limited)internet semampu kita mengaksesnya dan mampu duduk berjam-jam di depan komputer asal fisik kita kuat.
Di lingkungan tempat tinggal saya sudah 1/2 tahun ini ada internet rt/rw net dengan jaringan koneksi internet telkom tapi bukan speedy. Kepada setiap pelanggan yang jaraknya jauh dengan lokasi server pakai wireless, sedangkan yang berdampingan dengan rumah admin tempat server berada cukup dihubungkan dengan kabel antar rumah. Antene (tower) berada di belakang server sang pemilik.
Kewajiban kita sebagai pelanggan adalah saling menjaga privasi dalam internetan dan selalu setia memberikan laporan mengenai koneksi internet yang berada di rumah pelanggan melalui chating, sehingga masalah teknis yang terjadi akan dapat segera ditangggulangi.
Saya doakan semoga segera dibentuk rt/rw net-an di lingkungan Jeng Yusi tinggal sehingga segera bisa mengucapkan,"Selamat tinggal speedy, saya kini beralih ke LAN non speedy."

Belajar Internet Marketing said...

Hm iya nih seandainya aja bisa patungan pakai yang unlimited khan lumayan. Tapi kayaknya susah deh, sebelah saya belum dibangun rumahnya, sebelahnya lagi kosong.
Thanks ya infonya...

Post a Comment

blogger templates 3 columns | Make Money Online