Tuesday, 28 April 2009

Bukti Ampuhnya Strategi Optimasi Keywords dengan Backlink

Backlink merupakan strategi search engine optimization (SEO) off page. Menurut teori dengan semakin banyaknya backlink yang berkualitas dari situs yang relevan, posisi kata kunci yang Anda bidik akan semakin kuat di mata search engine Google. Berarti strategi optimasi keywords Anda berhasil. Benarkah demikian?

Beberapa hari lalu, teman saya pemilik jeparamebel.com membuat artikel di blognya. Keywords yang dibidiknya "cara optimasi kata kunci". Dengan bangga dia bercerita kalau artikel tersebut berhasil menduduki peringkat pertama di Google search engine. Saya coba check dan ternyata analisa pesaing keywords "cara optimasi kata kunci" tidak banyak.

Saya ingin mencoba mengalahkan posisi artikel tersebut. Saya buat artikel Cara Optimasi Kata Kunci di Blog. Ada beberapa jam perbedaan waktu antara postingan di blog Jepara mebel dengan postingan tandingan saya. Selama beberapa jam tersebut teman saya sudah membookmark artikelnya di Digg dan membuat beberapa komentar dengan anchor text kata kunci yang ingin dioptimasinya. Karena dia menggunakan wordpress di hosting dan domain yang berbayar, tentunya ada beberapa plugin wordpress yang sangat mendukung teknik SEO, seperti otomatis ping, All in one SEO pack dimana kita dapat memberi title, description, dan menulis keywords yang ditarget.

Karena saya memakai blogger, ada beberapa perbedaan. Selesai memposting artikel, saya lakukan ping melalui pingomatic.com. Setelah itu saya bookmark artikel saya di Digg.com. Selang 5 menit kemudian, di Google saya lihat artikel yang saya bookmark di Digg sudah muncul, namun posisinya kalah dengan artikel asli dari blog jepara mebel. Beberapa waktu kemudian artikel saya juga muncul di Google, namun tetap saja keywords "cara optimasi kata kunci" tetap dimenangkan oleh Jepara mebel, yang menduduki posisi 1.

Pertandingan berlanjut. Kata kunci yang diperlombakan diperluas menjadi:
1. cara |teknik | tips | strategi optimasi keywords
2. cara | teknik | tips | strategi optimasi kata kunci
Saat saya membuat artikel, saya berusaha membuat banyak variasi kata kunci. Jadi saat dicheck kata kunci "strategi optimasi keywords" saat itu artikel saya menduduki posisi 1. Hampir di semua variasi kata kunci artikel Cara Optimasi Kata Kunci di blog ada di halaman pertama Google, meski tidak semua variasi kata kunci menduduki posisi 1.

Hal ini sangat berbeda dengan blog Jepara Mebel yang saat itu hanya menduduki peringkat 1 untuk kata kunci "cara optimasi kata kunci" dan "optimasi kata kunci". Hal ini karena memang mulanya pemilik jeparamebel.com hanya menargetkan keywords "cara optimasi kata kunci" . Untuk memperbaikinya, pemilik jepara mebel berusaha menyisipkan kata "teknik" ,"strategi", "keywords" di title / judul artikel, permalink, mengotak-atik title, deskripsi, keywords di All in one SEO pack (plugin wordpress) dan memperkuat posisinya dengan menggunakan teknik backlink. Sedang saya memilih membuat artikel baru lagi yang berjudul Belajar Teknik SEO dan Strategi Optimasi Keywords.

Hasilnya:
- Penggantian title, permalink, meta title, meta description, dan tags secara nyata langsung membuat posisi kata kunci yang ditarget blog Jepara mebel melejit di halaman pertama Google search engine.
- Sesaat setelah artikel baru saya posting, banyak kata kunci yang saya target menduduki peringkat atas.
- Pemilik Jepara mebel mengimbangi pertandingan dengan terus berusaha mencari backlink.
- Posisi kata kunci yang ditarget sempat mengalami naik turun. Namun semakin kuat backlink, semakin susah untuk menggoyahkan posisi.
- Sebelum artikel ini diposting blog jepara mebel berhasil unggul hampir di semua kata kunci (kecuali yang mengandung kata tips karena belum / kelupaan dioptimasi).

Bila Anda ingin membuktikan ampuhnya strategi optimasi keywords dengan menggunakan teknik backlink, silakan coba ketikkan kata kunci yang ditarget tersebut di Google search engine (cara optimasi keywords, teknik optimasi keywords, dst). Bila blog Jepara mebel masih tetap unggul (berada di peringkat atas search engine Google) di hampir semua kata kunci yang ditarget, berarti terbukti teknik backlink benar-benar sulit dikalahkan.

Baca Selengkapnya......

Saturday, 25 April 2009

Belajar Teknik SEO dan Strategi Optimasi Keywords

Bagi Anda yang ingin belajar teknik SEO, pilih kata kunci yang hendak ditarget, lalu lakukan optimasi keywords. Strategi optimasi pertama adalah on page SEO, yaitu Search Engine Optimization yang dilakukan pada halaman blog Anda, yaitu saat Anda menulis artikel. Berikut beberapa tips yang bisa membantu cara optimasi kata kunci di blog Anda:

1. Usahakan meletakkan kata kunci yang hendak ditarget pada paragraf pertama. Akan lebih baik hasilnya bila keywords yang hendak dioptimasi tersebut diletakkan di awal kalimat.

2. Beri cetak tebal (bold) kata kunci yang hendak dioptimasi tersebut (cukup satu kali saja di awal artikel). Selain cetak tebal, optimasi kata kunci dapat juga dilakukan dengan teknik memberi garis bawah atau cetak miring.

3. Sebar keywords yang hendak dioptimasi tersebut dalam artikel yang Anda tulis. Isi content situs usahakan memuat 3-8% kata kunci yang disebar secara merata. Usahakan optimasi kata kunci ini terlihat natural, sehingga tidak membuat kalimat Anda terasa aneh saat dibaca manusia. Ingat yang menentukan peringkat situs kita robot search engine, tapi yang membaca situs kita adalah manusia. Jadi kita harus bisa membuat artikel yang disukai robot dan manusia.

4. Dalam optimasi kata kunci, Anda juga bisa menggunakan sinonim kata kunci kunci yang hendak Anda bidik. Hal ini bertujuan memperkaya variasi kata kunci / keywords yang hendak Anda target. Misalkan orang yang ingin belajar SEO pergi ke search engine mungkin mengetik kata kunci "tips belajar SEO", "strategi SEO", "teknik belajar SEO", "tips optimasi keywords", "cara optimasi", dsb. Dengan banyaknya variasi kata kunci dalam artikel blog Anda yang telah dioptimasi, semakin besar peluang pegunjung bisa masuk ke blog Anda.

5. Pemilihan judul, penggunaan meta tags, meta description juga besar pengaruhnya. Untuk blog yang menggunakan Wordpress, biasanya orang menggunakan plugin SEO All in One. Sayangnya di blogger belum tersedia plugin yang bisa membantu pengoptimalan situs / kata kunci dalam artikel blog.

6. Anchor text atau teks yang berbentuk tulisan yang bisa diklik dan ngelink ke halaman artikel lain / blog lain juga berpengaruh pada pengoptimalan kata kunci atau optimasi teknik SEO. Beri internal linking atau link antar artikel di blog Anda untuk membantu pengoptimalan kata kunci yang Anda target.

7. Bila Anda menggunakan gambar / image, jangan lupa memberi Alt tag untuk mendeskripsikan gambar apa yang ada di situs kita. Hal ini karena robot paham dengan gambar, jadi harus dibantu dengan kode Alt tags.

Kadangkala hanya dengan melakukan pengoptimalan di situs / blog kita, optimasi kata kunci kita sudah berhasil membuat keyword yang kita target menduduki posisi atas di Google search engine. Hal ini bisa terjadi bila memang tingkat persaingan tidak ketat. Mungkin situs pesaing tidak terlalu mengoptimalkan kata kunci tersebut.

Pada saat kata kunci yang Anda optimasi masih juga gagal menduduki posisi atas di Search Engine Result Page, berarti Anda memerlukan strategi off page optimization. Dalam off-page optimization, kita berusaha melakukan optimasi di luar situs kita. Caranya antara lain dengan mencari backlink yang bisa Anda lakukan melalui meninggalkan komentar di forum, di blog (lebih baik blog do follow yang setema dengan situs Anda, lebih baik lagi bila blog tersebut ber-PR tinggi), submit artikel, melakukan tags and ping, submit di social bookmarking, dsb.

Semoga tips belajar teknik SEO dan strategi optimasi keywords di atas dapat membantu Anda dalam mengoptimasi kata kunci yang Anda bidik. Akan lebih baik hasilnya bila cara ini Anda padukan dengan analisa pesaing dan riset kata kunci yang banyak pencarinya namun sedikit pesaingnya. Selamat mencoba, semoga dengan menerapkan tips cara optimasi keywords ini, artikel Anda sukses berada di peringkat atas Google search engine dan membantu meningkatkan trafik / pengunjung blog Anda.

Baca Selengkapnya......

Friday, 24 April 2009

Cara Optimasi Kata Kunci di Blog

Blogger yang mengerti cara optimasi kata kunci di blog dan mengusai teknik SEO akan berusaha agar artikel yang dibuatnya bisa menduduki peringkat atas di SERP (Search Engine Result Page) atau halaman depan di Google search engine. Banyak orang yang beranggapan kalau kata kunci yang kita target bisa ada di halaman pertama Google, bahkan di peringkat pertama maka otomatis traffic blog kita akan meningkat. Benarkah anggapan ini? Yuk kita belajar bareng.

Saat kita berusaha mengoptimasi suatu kata kunci, kita perlu mengetahui menganalisa pesaing, berapa jumlah pesaing dan berapa jumlah pencari kata kunci tersebut. Bila kita menemukan kata kunci yang banyak pencarinya namun sangat sedikit pesaingnya, wah asyik banget tuh. Jumlah pencari yang banyak (> 1000) dengan pesaing yang sedikit

Apa pengaruhnya bila jumlah pencari terlalu sedikit (kurang dari 1000 orang per bulan)?
Kalau jumlah pencari (search) di bawah 1000, berarti kata kunci tersebut bukan termasuk kata kunci yang populer. Meskipun kita berhasil menduduki peringkat pertama di search engine untuk kata kunci tersebut, tapi kalau pencarinya terlalu sedikit, trafik yang kita harapkan juga tidak dapat maksimal.

Bagaimana bila jumlah pesaing untuk suatu kata kunci terlalu banyak?
Bila Anda menemukan suatu kata kunci yang menarik tapi pesaingnya terlalu banyak, cobalah mencari turunan kata kunci tersebut, cari long tail keywords-nya. Misalkan untuk kata kunci search engine, bila kita check di www.google.co.id (Google Indonesia), saat ini pesaingnya ada 247.000.000 (type broad tanpa tanda petik). Bila kita mau tahu exactnya, beri tanda petik pada pencarian di Google menjadi "search engine", hasilnya masih banyak pesaingnya ada 228.000.000. Jumlah sebanyak ini sangat sulit dikalahkan. Terlebih bila website / blog yang menduduki peringkat atas adalah situs yang teroptimasi dengan baik.

Coba cari turunan kata kunci tersebut, misalkan "manfaat search engine":
1. Type broad: Ketikkan langsung di Google tulisan manfaat search engine tanpa tanda petik. Lihat pesaingnya hanya 427.000
2. Type exact: ketikkan di Google tulisan "manfaat search engine" (beri tanda petik). Wow lihat jumlah pesaingnya sedikit sekali, hanya 132. Wah gampang banget tuh untuk mengalahkannya.
3. Lihat dengan menambah kata "manfaat" pada keyword "search engine", pesaing blog berbahasa Inggris menghilang, tinggal blog berbahasa Indonesia.

Tuh lihat dengan long tail keywords kita bisa menyingkirkan banyak pesaing. Sekarang tugas Anda untuk mencari long tail keywords yang banyak dicari sehingga Anda bisa secara optimal mengoptimasi kata kunci di blog.

Salah satu tools yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah kata kunci yang hendak kita optimasi banyak dicari orang / berapa jumlah pencarinya per bulan adalah dengan menggunakan situs https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal
1. Bila blog Anda berbahasa Indonesia, pastikan setting bahasa dan negara Indonesia, Indonesia (kalau belum benar, klik edit).
2. Selanjutnya masukkan kata kunci yang ingin Anda bidik. Anda bisa memasukkan beberapa kata atau frasa.
3. Klik gunakan sinonim
4. Isi captha atau tulisan/huruf yang terlihat di layar komputer Anda.
5. Klik dapatkan ide kata kunci.
6. Tunggu sebentar, Anda akan melihat kata kunci yang Anda bidik dan sinonim kata kunci tersebut ada berapa pencarinya. Dari sana Anda bisa mendapatkan ide kata kunci mana yang paling baik untuk dioptimasi karena jumlah pencarinya lumayan banyak.
7. Bila ingin tahu jumlah pesaing, masuk ke Google, ketikkan kata kunci tersebut, lihat jumlah pesaing untuk type broad dan type exact.
8. Dengan menggunakan metode ini Anda akan mendapatkan kata kunci yang banyak pencarinya namun sedikit pesaingnya. Optimasi kata kunci ini agar bisa menduduki posisi atas SERP.
9. Bila ingin hasil yang lebih cepat, Anda dapat menggunakan tools misalkan market samurai.

Sebenarnya metode ini dan standar suatu kata kunci disebut micro niche tersebut lebih cocok digunakan untuk blog berbahasa Inggris yang memang tingkat persaingannya sudah ketat. Untuk blog berbahasa Indonesia, seringkali kita akan menemukan banyak kata kunci yang masih belum banyak pesaingnya. Berarti blogger Indonesia yang mengerti teknik optimasi kata kunci masih memiliki banyak peluang menduduki peringkat atas di SERP untuk banyak pilihan kata kunci (kecuali untuk kata kunci yang sedang dalam kontes misalnya Kampanye Damai Pemilu Indonesia, Internet Marketing Indonesia, dsb dan kata kunci yang sudah dibidik oleh para pakar internet marketing Indonesia seperti belajar wordpress, belajar internet marketing, dsb).

Bila Anda ingin tahu lebih lanjut cara optimasi SEO kata kunci di blog Anda, coba pelajari lebih mendalam teknik SEO dan manfaat SEO. Selain on page optimization, Anda juga perlu melakukan off page optimization. Terlebih bila tingkat persaingan cukup ketat. Semakin banyak backlink yang berkualitas akan memudahkan Anda menduduki posisi atas di Google search engine. Ingat tips SEO Google , Google itu suka dengan konten, keywords, dan backlink. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam mengoptimasi kata kunci di blog Anda serta membantu strategi dan tips mendatangkan pengunjung di blog Anda.

Baca Selengkapnya......

Wednesday, 15 April 2009

Pendapatan Linear dan Residual

Tahukah Anda ada dua tipe aliran pendapatan yaitu pendapatan linear dan pendapatan residual. Pendapatan linear adalah pendapatan yang bersifat satu arah yang bisa habis, sedangkan pendapatan residual bersifat terus-menerus. Mana nih yang lebih menarik? Pasti pendapatan residual khan...

Pendapatan yang hanya dibayar sekali saat Anda melakukan suatu pekerjaan merupakan contoh pendapatan linear. Jika Anda behenti bekerja, Anda tidak akan mendapat bayaran. Hal ini berbeda dengan pendapatan residual, Anda bisa dibayar berkali-kali untuk suatu pekerjaan yang Anda lakukan. Apa mungkin itu? Mungkin banget. Yuk kita intip apa aja sih pekerjaan yang memungkinkan kita mendapat penghasilan residual...

Pada artikel Bangunlah Pipa Air Sebelum Anda memerlukannya, diceritakan tentang 2 orang pengangkut air dengan menggunakan ember. Ini termasuk pekerjaan linear. Mereka dibayar saat ada orang yang membeli air tersebut. Kemudian salah satu dari mereka berusaha membangun saluran pipa air. Anda lihat setelah saluran pipa terbentuk, hanya dengan membuka keran, air pun mengalir. Pembuat pipa saluran air tersebut harus bekerja ekstra keras terlebih dahulu saat proses pembangunan pipa air tersebut. Namun setelah itu hasil kerja keras dapat dinikmati berulang-kali. Versi asli cerita tersebut dapat Anda baca pada buku Parable of the Pipeline karangan Burke Hedges.

Para pengarang buku, penulis lagu, penemu, agen asuransi, agen sekuritas, pemasar jaringan, pemilik waralaba, pencipta software, investor, dsb merupakan contoh-contoh pekerjaan yang menghasilkan residual income. Bagaimana dengan pemilik website / blog? Jika kita membangun situs berdasarkan teknik SEO yang benar (tidak menggunakan black hat), mungkin Anda akan merasakan perkembangan situs Anda awalnya terasa lambat. Tidak mudah menyenangkan hati Google search engine yang menyukai keywords, konten, dan backlink. Jika situs kita optimal terlalu cepat, Google malah marah dan situs kita bisa masuk penjara sandbox. Jadi kita harus membuatnya optimal dengan cara natural. SEO merupakan cara lambat tapi pasti.

Setelah traffic mulai berdatangan, kita dapat mulai menyewakan space blog kita untuk iklan, memasang / promosi program affiliasi (untuk blog bahasa Inggris: Amazon, Google Adsense, Clickbank, Shareasale, dsb sedangkan blog bahasa Indonesia kumpul blogger, PPC Indo, AdsenseCamp, affiliasi gratis, dsb). Saat ada yang mengklik iklan PPC yang ada di blog, kita mendapat bayaran. Ada juga program Pay Per Lead (PPL) yang berarti kita dibayar bila berhasil membuat orang menjadi prospek yang mau mengisi data diri atau Pay Per Sale (PPS), kita dibayar saat penjualan terjadi.

Nah saat situs kita sudah optimal, akan banyak kata kunci yang
menduduki peringkat atas SERP (Search Engine Result Page), misal di halaman 1 Google. Saat orang mengetik kata kunci yang kita target, karena blog kita ada di halaman 1 Google, kemungkinan orang masuk ke blog kita makin besar. Mungkin saat di blog kita, pengunjung akan tertarik mengklik iklan yang ada, membeli produk affliasi yang kita tawarkan, dsb. Di sini terlihat upaya kita untuk mengoptimalkan situs memang tidak mudah, tapi setelah usaha kita berhasil, kita bisa mendapatkan pendapatan residual. Setuju?

Menurut RG Allen dan B Hedges di buku Lima Saluran Pipa Penghasil Kekayaan, penghasilan linear dapat diibaratkan saat Anda berjalan naik di eksalator yang tangganya sedang bergerak turun. Jika Anda pernah salah naik eskalator tentu bisa merasakan bagaimana beratnya mengayunkan langkah untuk sekedar berada di posisi yang sama. Apalagi untuk naik ke atas. Untuk mencapai atas, Anda harus berjalan dengan kecepatan sekitar 2 kali lipat. Mungkin Anda harus berlari sampai nafas Anda terengah-engah.

Bandingkan dengan orang yang berada di eskalator yang benar. Hanya sekedar berdiri diam di eskalator yang arahnya naik, dia sudah sampai di atas.

Eskalator naik dan eskalator turun ini melambangkan pendapatan residual dan linear. Perekonomian adalah eskalator menurun. Anda harus bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan uang. Dengan tingkat inflasi yang tinggi atau resesi berkepanjangan, kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan naiknya harga-harga. Untuk bertahan di tempat yang sama, Anda harus berkerja ekstra keras. Sayangnya hal tersebut tidak membuat kemajuan berarti. Gaji Anda mungkin naik, namun tingkat pengeluaran jauh lebih besar. Sulit sekali mengejar ketinggalan. Jika Anda berhenti sedikit saja, eskalator langsung membawa Anda ke tangga paling bawah.

Begitulah nasib penghasilan linear. Contoh lainnya strategi yang digunakan untuk menangkap monyet di Afrika. Penduduk setempat mengambil buah kelapa, memotong ujungnya sehingga menghasilkan lubang sebesar pergelangan tangan monyet. Pangkal kelapa diikat dengan tali yang cukup panjang. Di dalam lubang ditempatkan beberapa biji kacang.

Setelah itu, pemasang perangkap mengulur tali dan bersembunyi di balik pepohonan. Tak lama kemudian monyet yang mencium bau kacang dalam batok kelapa akan datang. Monyet tersebut memasukkan tangan merongoh batok kelapa untuk mengambil kacang. Namun tangan yang menggenggam kacang menjadi terlalu lebar untuk bisa melewati lubang batok kelapa. Si monyet terjebak. Si pemasang perangkap tinggal menarik tali untuk menangkap monyet yang tidak mau melepas kacang dalam genggamannya tersebut.

Jika Anda bekerja untuk mendapatkan uang dan berjalan naik di eskalator yang bergerak turun, Anda menjadi seperti monyet yang terjebak pada perangkap kacang pada batok kelapa tersebut. Penulis buku Lima Saluran Pipa Penghasil Kekayaan menganjurkan kita untuk mulai membangun pendapatan residual. Pelan tapi pasti, menyisihkan uang dan waktu kita untuk mulai membangun saluran demi saluran pipa yang bisa menciptakan residual income. Sudahkah Anda membangun pendapatan residual Anda?

Baca Selengkapnya......

Thursday, 2 April 2009

Bangunlah Pipa Air Sebelum Anda Memerlukannya

Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah mendengar cerita tentang si pembangun pipa air dan pengangkut ember. Bagi yang belum tahu secara garis besar begini ceritanya: Di suatu daerah yang kesulitan air ada 2 orang pria yang bekerja sebagai tukang angkut air. Setiap hari mereka bangun pagi-pagi sekali sambil membawa ember kosong menuju sumber air yang letaknya jauh dari desa mereka.

Mereka mengisi ember tersebut dengan air hingga penuh kemudian kembali ke desa menjualnya. Dalam 1 hari mereka bisa beberapa kali bolak-balik dari desa ke sumber air kembali ke desa lagi, dst.

Penghasilan sebagai tukang angkut air tersebut sebenarnya lumayan, apalagi air merupakan kebutuhan fital. Air yang mereka bawa pasti laku, bahkan masih banyak orang yang tidak dapat terlayani dengan maksimal.

Suatu hari salah satu tukang angkut air tersebut berpikir, jika dia terus bekerja seperti itu, berapa lama dia mampu bertahan? Semakin lama dia semakin tua, badannya sudah tidak sekuat dulu lagi. Belum lagi kalau dia jatuh sakit, tidak bekerja berarti tidak ada pemasukan. Dia terus berpikir dan akhirnya menemukan suatu ide cemerlang. Dia mendapat ide untuk membangun pipa saluran air yang menghubungkan air dari sumber mata air menuju desanya. Jika pipa tersebut sudah terhubung, hanya dengan membuka keran, air akan mengalir.

Diceritakannya ide membuat pipa saluran air tersebut pada temannya yang juga tukang angkut air, tapi...temannya justru menertawakan ide tersebut. Karena itu dia berusaha mewujudkan mimpi itu sendirian.

Saat dia mulai membangun pipa air, banyak orang yang mencibir, mencemooh, dan menganggapnya aneh. Tapi karena tekadnya sudah bulat, dia tak lagi mempedulikan semua hinaan yang ditujukan padanya. Setiap hari dia tetap menjadi tukang angkut air, tapi setiap selesai bekerja dia sisihkan waktu untuk membangun jaringan pipa.

Pembangunan pipa saluran air ini tidaklah mudah, terlebih dia harus mengerjakannya seorang diri. Kadangkala dia membuat kesalahan sehingga proses penyelesaiannya memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Tapi dia tidak mau putus asa. Dengan tekun dipelajarinya kesalahan tersebut, diperbaikinya, kemudian dilanjutkannya pekerjaan tersebut.

Akhirnya ketekunannya berbuah hasil, pipa saluran air dari sumber mata air telah tersambung ke desanya. Hanya dengan memutar keran air, mengalirlah air. Penduduk desa bersuka cita. Semua hinaan berubah menjadi pujian, dia dielu-elukan.

Sekarang bagaimana nasib si pengangkut air satunya? Saat air sudah dapat diperoleh hanya dengan memutar keran, penduduk desa tidak lagi berebut air yang dijual pengangkat ember air tersebut. Si pengangkut ember air menjadi kehilangan mata pencaharian.

Pelajaran yang bisa kita dapat dari cerita di atas:
1. Kalau kita melihat si pembangun pipa air, kita lihat betapa keras perjuangan yang dilaluinya saat pipa air tersebut belum jadi. Begitu banyak orang yang menghinanya, meremehkan, menganggapnya aneh. Mungkin dia juga pernah mengalami saat-saat putus asa di saat kegagalannya, namun karena tekadnya sudah bulat, segala kesulitan mampu diatasinya.

2. Proses membangun pipa tidaklah mudah. Demikian juga perjuangan di bisnis online ini. Banyak tahapan di bisnis online yang harus dilakukan agar kita dapat berhasil. Mulai dari menentukan tema / topik, riset, memilih nama domain, belajar cara membuat website, praktek, menulis artikel, belajar teknik SEO, mendaftar ke search engine, blog direktori, feed submission, article directory, social bookmarking, menulis komentar, aktif di forum, dsb. Tak jarang hasilnya tak signifikan karena ketatnya persaingan, adanya kesalahan yang kita lakukan atau kurang optimalnya situs.

3. Tetapi setelah Anda bisa mengatasi semua kendala, lihatlah seperti pada pipa saluran air yang mengalirkan air dari sumber mata air menuju desa tersebut, di bisnis online Anda akan dapat menikmati uang yang mengalir ke rekening Anda.

Manakah yang ingin Anda lakukan, terus menjadi pengangkut ember atau mulai membangun saluran pipa? Ingat prosesnya memang tidak mudah tapi selalu arahkan pikiran Anda pada tujuan akhir. Bayangkan kondisi saat Anda sukses saat saluran pipa uang Anda telah berhasil mengalir menuju rekening Anda. Selamat berjuang, semoga sukses selalu.

Baca Selengkapnya......

blogger templates 3 columns | Make Money Online